SAUDI ARABIA (voa-islam.com) – Rabu (08/05/13) seperempat juta Muslim Burma bermukim di Saudi Arabia selama setengah abad karena melarikan dari upaya pembersihan etnis dan agama yang meraka alami.
Mereka memiliki jejak rekam dan tinggal di lingkungan Makkah. Korsponden Al Arabiyya di Mekkah bertemu dengan salah seorang dari dari komunitas Burma, Ibrahim. Ibrahim merupakan salah seorang dari seperempat juta orang dari komunitas Burma yang lari dari pembantaian etnis untuk menyelamatkan agama dan nyawanya tahun lalu.
Abdul Majid Al-Arakani, Syaikh di komunitas Rohingya Burma di Saudi, bahwa mereka dijinkan tinggal di Mekkah selama 4 tahun di Mekkah tanpa biaya.
Mekkah hidup berdampingan dengan gelombang imgran, berubah menjadi integrasi yang signifikan dalam demografi penduduk Mekkah. Namun system kependudukan pemerintah membuat mereka mengalami kekurangan dalam penghasilan dan profesi selama tiga decade hingga akhirnya Saudi mengumumkan perbaikan komperhensif.
Proyek Saudi yang khusus menangani perbaikan kehidupan komunitas Burma menjanjikan kepentingan mereka dalam integrasi di pendidikan, kedokteran, kepegawaian dan memasukkan mereka dalam pengayoman Negara sebagai komunitas pengecualian dalam hokum dan undang-undang kependudukan Saudi.[usamah/rohingya]
No comments:
Post a Comment