MYANMAR (voa-islam.com) – Kepala Departemen Hubungan Luar Negri dan Sekjen Partai Demokrat Naional untuk Pembangunan di Myanmar, Muhammad Naeem, mengatakan bahwa jutaan muslim di Burma hidup di bawah ancaman karena kekerasan yang ditujukan kepada mereka.
Naeem berkata kepada koresponden AA, “Para Biksu Buddha memiliki dampak yang signifikan pada seluruh pelosok Myanmar dan memiliki suara di berbagai kegiatan sosial” Naeem, yang tinggal di Yangon, juga menambahkan bahwa muslim juga menghadapi serangan di beberapa desa Yangon.
“Kami menghadapi pembantaian massal dan kami cemas kalau yang terjadi di Arakan akan menyebar juga di Yangon” tutur Naeem. “10% penduduk Myanmar adalah muslim. Dan ada sebuah daerah Myanmar yang populasi muslimnya 10 juta orang. Dan pemerintah bisa mengatasi jika ia mau. Tapi pemerintah mengklaim kita datang dari Bangladesh dengan jalan illegal” tambah Naeem.
Naeem juga menyebutkan bahwa semua muslim di Yangon menganggap bahwa dirinya akan mati pada hari esok karena gelombang kekerasan orang-orang Buddha yang tidak bisa dihentikan[usamah/rohingya]
No comments:
Post a Comment